a. ASUMSI ASUMSI YANG
DIGUNAKAN DALAM PERSAINGAN SEMPURNA
· Produk
yang dihasilkan oleh industri adalah homogen.
· Produsen
dan konsumen memiliki pengetahuan/informasi sempurna.
· Biaya
produksi relatif kecil dibandingkan dengan outputnya.
· Perusahaan
menerima harga yang ditentukan pasar (price taker), produsen dan pembeli tidak
dapat mempengaruhi harga.
· Semua
perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and free exit).
· Tidak
ada regulasi Pemerintah, tidak membutuhkan surat izin apapun, tidak ada
larangan apapun, tidak ada subsidi.
b. PERBANDINGAN PASAR
PERSAINGAN SEMPURNA DADN PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA
· Pada
persaingan tidak sempurna, produsen dapat menetapkan harga secara sepihak,
sedangkan di pasar persaingan sempurna tidak dapta dipengaruhi oleh produsen
atau pembeli.
· Pada
persaingan tidak sempurna, terdapat rintangan bgi perusahaan yang ingin entry,
contoh perusahaan yang telah sukses memiliki Good Will menjadi rintangan bagi perusahaan baru untuk masuk pasar,
rintangan tersebut ialah harus mampu memperbanyak produksi, turunkan harga,
beriklan, pelayanan memuaskan, kredit dan lain sebagainya.
c. KESEIMBANGAN PRODUSEN
DALAM PERSAINGAN SEMPURNA PADA KONDISI KEUNTUNGAN NORMAL DAN KEUNTUNGAN EKSTRA
· Kondisi keuntungan
normal : kondisi ini akan menarik perusahaan
lain untuk masuk kedalam pasar, akibatnya keseimbangan yang stabil pada titik
terendah ATC (biaya total rata rata) dimana pada kondisi ini tidak terjadi
entry dan exit, maka semua perusahaan mendapatkan laba normal (normal profit).
· Kondisi keuntungan ekstra
: Perusahaan akan mendapatkan profit lebih (excess
profit) apabila kurva permintaan semakin tinggi dari titik minimum ATC (biaya
total rata rata).
No comments:
Post a Comment