Thursday, August 9, 2012

TUGAS 2 : EKONOMI INTERNASIONAL I



1.     Surplus konsumen dan produsen dengan pemberlakukan tarif.
Dampak Pemberlakuan Tarif Terhadap Surplus Produsen dan Konsumen
menaikkan harga komiditi X dari 1 dolar menjadi 2 dolar yang diakibatkan pemberlakuan tarif 100% oleh pemerintah terhadap barang-barang impor, pada gilirannya akan menurunkan surplus konsumen dan akan meningkatkan surplus produsen.
Simulasi :
Ketika pemerintah memberlakukan tarif 100 % terhadap barang-barang impor, harga barang X mengalami kenaikan menjadi 2 dolar. Pembelian barang X mengalami penurunan menjadi 50 unit (dari 100 unit). Sejak adanya tarif, konsumen harus membayar 100 dolar untuk 50 unit barang X. Dengan demikian, jelaslah bahwa pemberlakuan tarif impor tersebut mengurangi surplus konsumen.
Sebelum dikenakan tarif, harga barang X adalah 1 dolar. Dalam situasi ini, produsen domestik hanya memproduksi 10 unit barang X dan untuk itu mereka hanya memperoleh 10 dolar. Setelah pemerintah memberlakukan tarif impor, harga barang X mengalami kenaikan menjadi 2 dolar. Para produsen domestik meningkatkan produksinya menjadi 20 unit sehingga memperoleh 40 dolar. Peningkatan pendapatan sebesar 30 dolar. Karena yang 15 dolar merupakan biaya produksi maka yang 15 dolar sisanya merupakan surplus produsen. Jelaslah pula bahwa pemberlakuan tarif meningkatkan surplus produsen.

2.     Perbedaan hambatan tarif dan kuota.
Hambatan tarif (tariff barrier) adalah suatu kebijakan proteksionis terhadap barang barang produksi dalam negeri dari ancaman membanjirnya barang barang sejenis yang diimpor dari luar negeri, dengan cara menarik/mengenakan pungutan bea masuk kepada setiap barang impor yang masuk untuk dipakai/dikomsumsi habis di dalam negeri, sedangkan kuota adalah suatu sistem yang diberlakukan oleh negara impor untuk memberi batasan (limit) jumlah barang yang di ekspor dari dari negara produsen (negara pengekpor).

3.     Kebijakan perdagangan internasional dengan menggunakan subsidi ekspor.
Suatu kebijakan subsidi ekspor pada perdagangan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dalam negeri yaitu produsaen DN dan meningkatkan daya beli konsumen LN. Ada beberapa cara Pemerintah untuk memberikan Subsidi ekspor tersebut, baik dengan cara pemberian sertifikat ekspor, dana langsung, kredit murah, pengadaan fasilitas tertentu dan lain sebagainya

4.     Efek perdagangan bebas (free trade) terhadap perekonomian negara kita, apakah menguntung atau merugikan, analisa saya :
Melihat dari perekonomian dalam negeri kita saat ini yang masih hampir sebagian besar produksi dalam negeri tergantung pada teknologi luar negeri dan belum mampu menciptakan barang jadi dari bahan baku (mentah). Intinya Negara kita mampu dan menguntungkan apabila pada barang barang produksi dalam negeri yang telah kompeten untuk free trade, sebaliknya barang barang produksi dalam negeri yang belum kompeten di free trade akan menghancurkan produsen produsen dalam negeri dan otomatis berdampak negatif pada perekonomian negara kita.
Contoh :
Produksi dalam negeri dari barang tekstil yang banyak perusahaan dalam negeri merugi akibat free trade dari negara China yang semakin bebas masuk kedalam negeri dengan leluasa dan dengan harga lebih murah dibanding dengan harga produksi dalam negeri.

No comments:

Post a Comment