1. PENGERTIAN DASAR DALAM
BERPIKIR SECARA ILMIAH
Berpikir secara ilmiah adalah
berpikir yang menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, memutuskan,
mengembangkan dan sebagainya secara ilmu pengetahuan (berdasarkan
prinsip-prinsip ilmu pengetahuan atau menggunakan prinsip-prinsip logis
terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran).
2. PERLUNYA PROPOSAL
SEBELUM MELAKUKAN PENELITIAN DAN PROSES PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN
Proposal penelitian dapat
membantu memberi arah pada peneliti agar mampu menekan kesalahan yang mungkin
terjadi selama proses penelitian berlangsung. Tujuan umum
proposal penelitian adalah memberitahukan secara jelas
tentang tujuan penelitian, siapa yang hendak ditemui, serta apa yang akan
dilakukan atau dicari di lokasi penelitian. Proposal atau sering disebut juga
sebagai usulan penelitian adalah suatu pernyataan tertulis
mengenai rencana atau rancangan kegiatan penelitian
secara keseluruhan kepada atasan atau dosen (mahasiswa sebagai peneliti)
agar mendapat izin di perbolehkan penelitian tersebut utnuk dijalankan atau
dihentikan.
Menyusun
proposal (rencana) penelitian dapat diibaratkan seperti membuat suatu barang
untuk dijual. Artinya, laku atau tidaknya barang tersebut sangat tergantung
kepada mutu barang itu dan kelihaian kita dalam menawarkan barang tersebut.
Apalagi kalau barang tersebut merupakan hal baru bagi masyarakat, sudah barang
tentu konsumen akan tertarik untuk membelinya. Dalam membuat rencana
penelitian, di benak kita juga harus ada pemikiran seperti itu. Bahwa hanya
rencana penelitian yang bermutu ilmiah dan mempunyai kegunaan tinggilah yang
akan diterima oleh si pemegang dana atau oleh dosen pembimbing bagi rencana
penelitian skripsi, tesis atau disertasi. Apalagi bila rencana penelitian itu
dapat menjanjikan hasil penemuan baru yang sangat berguna, baik ditinjau dari
segi kepentingan praktis maupun dari aspek ilmu pengetahuan. Cara penawaran
yang menarik juga berlaku di sini. Dalam arti, bahwa sipembuat rencana
penelitian harus dapat meyakinkan pihak yang akan menyetujui rencana penelitian
tersebut. Untuk itu dibutuhkan penguasaan ilmu yang memadai, tentang segala
sesuatu yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti itu. Kekecewaan karena
rencana penelitiannya ditolak, sering dialami peneliti yang membuat rencana
penelitiannya secara terburu-buru. Penolakan ini biasanya bersumber pada
penguasaan materi yang kurang mendalam, karena si peneliti kurang banyak
membaca. Akhirnya timbul berbagai komentar, misalnya : rencana penelitian itu
sudah pernah diteliti orang, kurang ada manfaatnya, kurang bobot ilmiahnya, dan
bahkan tidak jarang timbul komentar rencana penelitian yang bersifat
mencoba-coba saja. Dalam hal seperti ini kegemaran membaca, membaca pustaka
ilmiah tentunya, terutama yang memuat hasil-hasil penelitian seperti : journal,
bulletin dan laporan-laporan hasil penelitian yang lain, merupakan kegiatan
yang mutlak diperlukan bagi seorang peneliti.
Cara
Penyusunan Proposal Penelitian :
·
Pendahuluan
·
Tinjauan Pustaka
·
Perumusan Hipotesis
·
Metode Penelitian.
Disamping
itu untuk lebih melengkapi perlu ditambah bab-bab lain seperti: Halaman judul
penelitian, Halaman persetujuan, Kata Pengantar, Daftar Pustaka dan Lampiran.
PENDAHULUAN
Biasanya
terdiri dari :
1.
Formulasi
permasalahan
Penelitian
berpangkal pada suatu pertanyaan dari suatu permasalahan yang muncul dari benak
peneliti karena "ketidak tahuan" mengenai suatu fenomena atau gejala.
Ini salah satu stimuli timbulnya penelitian.
Seperti misalnya: apa yang menyebabkan meningkatnya kriminalitas,
kenakalan remaja; mengapa produksi pertanian (dapat juga menyebut salah satu
komoditi, misalnya harga gula) tidak mampu bersaing dipasaran dunia. Jawabannya
dapat bersifat teknik, sosial atau ekonomis.
Apabila
seorang mahasiswa memulai pekerjaan tesisnya seringkali menyatakan permasalahan
penelitian dengan mengemukakan judul penelitian. Ketika ditanya apa
permasalahan penelitian, seringkali tidak tahu menyatakan permasalahan
penelitin.
Permasalahan
penelitian merupakan justifikasi/alasan mengapa penelitian tertentu perlu
dilakukan. Justifikasi tergantung pada penting-nya permasalahan, sedangkan
pentingnya permasalahan dapat ditinjau dari pelbagai aspek. Problematik
penelitian hendaknya juga mencakup bukan "What" tetapi juga dapat
mencakup "whom", "where", and "when".
2.
Tujuan
dan Kegunaan
Tujuan
penelitian adalah formulasi apa yang ingin diketahui atau ditentukan dalam
melaksanakan penelitian.
Apabila
rumusan permasalahan dinyatakan sebagai kalimat bertanya, maka tujuan
penelitian bentuk pernyataan, seperti misalnya dengan menggunakan kalimat :
-
untuk mengetahui . . .
-
untuk memperoleh . . .
(dimaksudkan
untuk menyatakan secara spesifik apa yang akan dilakukan dalam penelitian)
3.
Kegunaan
Penelitian
Manfaat
yang dapat diperoleh kalau tujuan penelitian telah tercapai disebut sebagai
kegunaan penelitian. Apakah memberikan sumbangan pada khasanah ilmu pengetahuan
ataukah berguna untuk menjawab masalah-masalah pembangunan nyata.
Tinjauan Pustaka
Bab
ini menguraikan konsepsi dan teori-teori yang relevan dan biasanya diperoleh
dari buku-buku teks, atau dari laporan
hasil penelitian sebelumnya yang dapat diperoleh dari bulletin, journal, tesis
dan bentuk laporan hasil penelitian lain. Isinya tidak hanya relevan dengan
problem yang diteliti tetapi juga dari pustaka terbaru. Hal yang lebih penting,
Bab Tinjauan Pustaka ini harus dapat memberikan landasan ilmiah tentang :
·
Masalah penelitian
·
Metode yang dipilih
(bila perlu), dan
·
Memberikan landasan ilmiah,
mengapa perlakuan yang satu dihipotesiskan (diduga) lebih baik daripada
perlakuan yang lain atau mengapa suatu variabel diduga berhubungan dengan
variabel yang lain. Misalnya, mengapa tanaman yang dipupuk hasilnya lebih
tinggi daripada yang tidak dipupuk ?
Hipotesis
Setiap
tahap pengembangan pemikiran ilmiah dibuat dengan memperkirakan kejadian dengan
mengembangkan hipotesis (yang diusahakan untuk dibuktikan) yang seringkali
dimulai dengan dasar yang tidak kuat. Hipotesis adalah suatu perkiraan atau
dugaan hasil mental peneliti mengenai fakta-fakta yang diperoleh atau jawaban
sementara mengenai suatu gejala atau
hubungan antara dua gejala impiris.
Fungsi
utama hipotesa adalah sebagai dasar penelitian dan pengamatan baru. Hal logis
karena kebanyakan penelitian dan pengamatan dilakukan untuk menguji hipotesa.
Fungsi kedua adalah suatu alat untuk memperoleh pengetahuan baru, yang pada
permulaannya belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hipotesis
harus didasari suatu landasan teori yang mantap, sehingga dapat terhindar dari
hubungan-hubungan palsu. Teori dapat diangkat menjadi hipotesa, dimana teori tersebut
diuji kembali secara empiris dalam suatu lingkungan tertentu. Bilamana telah
dites maka hipotesa dapat mendukung teori atau dapat menolak teori. Oleh karena
itu hasil penelitian tidak perlu sesuai
dengan hipotesa baik hipotesa yang diangkat dari teori ataupun hasil pengamatan
lapang. Hipotesis juga dapat merupakan dugaan atau pendapat sementara terhadap
masalah penelitian, yang kebenarannya harus dibuktikan melalui penelitian.
Tidak semua penelitian bertujuan untuk membuktikan kebenaran hipotesis, tetapi
untuk penelitian-penelitian yang bersifat eksperimental pada dasarnya memang
bertujuan demikian. Namum bab ini bila dipandang perlu dapat dihilangkan (tidak
ditulis), yaitu bila dalam perumusan tujuan penelitian penulis sudah menyajikan
dalam bentuk kalimat yang sangat jelas dalam arti dapat memberi petunjuk
tentang pengujian hasil penelitian, seperti lazimnya kita merumuskan hipotesis.
Hanya bedanya, hipotesis disajikan dalam kalimat pernyataan, sedangkan tujuan
penelitian disajikan dalam kalimat pertanyaan.
Metode Penelitian
Dalam
bab ini peneliti menjelaskan seluruh variabel yang terkait/berperan dalam
penelitian. Tidak hanya variabel bebas dan variabel tergantung saja, tetapi
juga variabel- variabel lain yang menentukan keberlakuan hasil dari penelitian
tersebut.
Bab
ini berisi antara lain :
·
Tempat dan waktu
pelaksanaan penelitian. Ingat, tidak semua penelitian perlu dijelaskan tentang
tempat dan waktu pelaksanaannya.
·
Alat dan bahan , yang
digunakan dalam penelitian terutama tentang spesifikasi alat dan bahan
tersebut,
·
Metode penelitian,
mencakup rancangan penelitian dan rencana analisis datanya,
·
Pelaksanaan
penelitian, dikemukakan prosedur pelaksanaan penelitian secara terperinci dan
lengkap, tidak termasuk variabel rambang, dan
·
Pengamatan dan
pengumpulan data, dijelaskan tentang prosedur dan cara pengamatan penelitian
serta dapat menunjang apa saja yang perlu dikumpulkan.
DESKRIPSI PROPOSAL
PENELITIAN
·
Judul Penelitian
Singkat
dan spesifik, tetapi cukup jelas untuk memberi gambaran mengenai penelitian
yang direncanakan.
· Pendahuluan
Penelitian
dilakukan untuk menjawab keingin-tahuan peneliti untuk mengungkapkan suatu
gejala/konsep/dugaan atau menerapkannya untuk suatu tujuan. Kemukakan hal-hal
yang mendorong, atau argumentasi pentingnya dilakukannya penelitian.
· Perumusan Masalah
Rumuskan
dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti. Uraikan pendekatan atau
konsep untuk menjawab masalah yang
diteliti, hipotesis yang akan diuji, atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi
batasan penelitian. Uraian perumusan
masalah tidak perlu dalam bentuk pertanyaan
· Tinjauan Pustaka
Usahakan
pustaka terbaru, relevan dan asli, misalnya jurnal ilmiah. Uraikan dengan
jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari
penelitian yang dilakukan.
Tinjauan
pustaka menguraikan teori, temuan dan
bahan epenelitian lain yang diperoleh dari acuan pustaka, yang dijadikan
landasan untuk melakukan epenelitian
yang diusulkan. Uraian dalam tinjaun
pustaka dibawa untuk menyusun kerangka
atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Tinjauan pustaka mengacu pada
Daftar Pustaka.
· Tujuan Penelitian
Berikan
pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian. Penelitian dapat bertujuan untuk menjajagi, menguraikan, menerang-kan,
membuk- tikan atau menerapkan suatu gejala, konsep, atau dugaan atau membuat
suatu prototipe.
· Kontribusi Hasil
Penelitian
Uraikan kontribusi penelitian dalam pengembangan ilmu
penge tahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan, atau
pengembangan kelembagaan
· Metode Penelitian
Uraikan
metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci. Uraian dapat meliputi variabel dalam penelitian, model yang
digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data,
cara penafsiran hasil penelitian. Untuk
mpenelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan dan analisis informasi,
proses penafsiran dan penyim-pulan hasil penelitian.
· Jadwal Pelaksanaan
Buatlah
jadwal kegiatan penelitian yang meliputi
kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan lapioran penelitian dalam bentuk
bar-chart. Bar chart ini memberikan
rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal
pelaksanaan mengacu pada metode penelitian.
Untuk penelitian multiyear,
keterkaitan antara tahapan yang satu dengan tahapan selanjutnya harus jelas
(bersifat serial, bukan paralel).
· Daftar Pustaka
Dalam
penyusunan Daftar Pustaka dianjurkan, untuk menggunakan Buku Petunjuk tentang
itu. Demikian pula untuk penulisan pustaka di dalam teks. Dengan menggunakan
buku pedoman tidak hanya konsistensi penulisan dapat dijaga tetapi sekaligus
juga mencerminkan kualifikasi dari penulisnya.
· Lampiran
Apabila
penyajian tabel, grafik, gambar dan foto dalam teks dipandang akan mengganggu
kontinuitas jalannya pembahasan, sebaiknya disajikan dalam Lampiran.
3.
SISTEMATIKA ISI DARI
PROPOSAL PENELITIAN
Sistematika isi proposal penelitian memuat
: Latar belakang, Identifikasi Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, Manfaat dan
Ruang Lingkup Penelitian.
·
Latar
belakang Latar belakang
berisi pokok-pokok pemikiran tentang masalah yang akan diteliti dan
alasan-alasan mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan ini dipandang
menarik atau perlu diteliti. Selain itu latar belakang memiliki susunan
penulisan secara sistematis (umum-khusus) atau juga disebut dengan piramida
terbalik. Sehingga dalam penulisan latar belakang tergambar uraian permasalahan
secara berurutan.
·
Identifikasi
Masalah
Pada bagian ini perlu ditunjukan
masalah yang akan diteliti berdasarkan data atau fakta yang terjadi. Akan lebih
baik lagi bila ditampilkan data-data yang menunjukkan bahwa terjadi masalah
pada objek yang akan diteliti.
·
Rumusan
Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah
tersebut, makalah masalah dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya
atau/kalimar pernyataan. Namun rumusan masalah tersebut harus mampu menunjukkan
variabel yang akan diteliti.
·
Tujuan
Penelitian
Merupakan keadaan yang ingin dicapai
dalam penelitian yang berkaitan erat dengan masalah yang dirumuskan. Tujuan
dibagi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan
secara keseluruhan maksud dan tujuan diadakannya penelitian sedangkan tujuan
khusus merupakan uraian dari masing-masing tujuan secara keseluruhan, baik
variabel independen maupun variabel dependennya serta gabungan antara kedua
variabel tersebut.
·
Manfaat
Penelitian
Merupakan dampak setelah tercapainya
tujuan. Tuliskan manfaat penelitian, baik dari segi dunia keilmuan, bagi diri
sendiri maupun bagi objek penelitian.
·
Ruang
Lingkup Penelitian
Adalah gambaran secara keseluruhan
tentang bagaimana jenis penelitian yang digunakan apakah deskriptif, analitik
ataupun komparatif. Ruang lingkup ini juga berisikan subyek dan obyek
penelitian, lokasi serta waktu penelitian.
·
Tinjauan
Pustaka
Berisikan tentang dasar-dasar teori
yang berkaitan dengan masalah penelitian yang meliputi: pengertian-pengertian
variabel, perumusan penelitian hendaknya dilakukan dengan pernyataan sebab
akibat atau dengan memberikan suatu pemikiran atas gejala-gejala yang terjadi
keterkaitan antar variabel serta hasil penelitian yang pernah dilakukan
terdahulu yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan.
·
Hipotesis/Pertanyaan
Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara
dari permasalahan yang dihadapi, dan masih harus dibuktikan kebenarannya.
Perumusan hipotesis hendaknya dilakukan dengan pernyataan sebab dan akibat atau
dengan memberikan suatu penilaian atas gejala-gejala yang terjadi. Bila
penelitian hanya terdiri dari satu variabel dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
penelitian.
·
Metode
Penelitan
Metode penelitian meliputi :
Desan/Rancangan penelitian, variabel penelitian, definisi operasional variabel,
tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, jenis dan sumber
data, alat dan teknik pengumpulan data, etika penelitian (bila menggunakan
manusia sebagai objek penelitian), pengolahan data, rancangan Uji
hipotesis/analisis data, alat dan bahan yang diinputkan.
·
Jadwal
waktu dan Biaya Penelitian
Dalam jadwal dan biaya penelitian
ditunjukkan:
1.
Tahap-tahap
dan rangkaian penelitan.
2. Waktu yang diperlukan pada tiap tahap.
3.
Biaya
penelitian
Jadwal
dapat disajikan dalam bentuk matriks atau uraian.
4.
PROSES PERUMUSAN PROPOSAL
PENELITIAN
Setelah masalah yang akan
diteliti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti, dan bagaimana
hubungan variabel satu dengan yang lain), dan supaya masalah dapat terjawab
secara akurat, maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara
spesifik. Perumusan masalah merupakan pemetaan faktor-faktor dan
variabel-variabel yang terkait. Kualitas suatu penelitian tidak
cukup dipertimbangkan berdasarkan kriteria-kriteria
sebagaimana diuraikan sebelumnya. Kualitas suatu penelitian juga ditentukan
oleh bagaimana masalah penelitian tersebut
dirumuskan. Untuk dapat menyajikan perumusan masalah penelitian
yang baik, perlu diikuti beberapa persyaratan sebagai berikut:
·
Masalah penelitian harus dirumuskan secara
spesifik. Dengan perumusan yang spesifik, akan dapat menunjukkan tentang
gambaran yang lebih menfokus mengenai arah pemecahannya. Namun demikian,
walaupun harus dirumuskan secara spesifik, peneliti pada waktu mengidentifikasi
masalah penelitiannya, terlebih dahulu harus
memberikan gambaran umum dan menyeluruh tentang masalah-masalah yang
bersifat umum, agar peneliti tetap memiliki wawasan yang lebih komprehensif dan
makro. Baru sesudah gambaran komprehensif dan makronya dibeberkan, pembatasan
masalah penelitian yang sifatnya lebih spesifik dikemukakan. Hal
itu disarankan, oleh karena masalah masalah
penelitian yang dirumuskan terlalu spesifik dan sempit, dikhawatirkan
peneliti akan kehilangan dari konteks wawasan yang bersifat makro.
·
Masalah
penelitian yang telah dirumuskan secara spesifik, harus diikuti
dengan perumusan secara operasional. Dengan
perumusan yang operasional terkandung maksud bahwa masalahnya
menjadi mudah untuk diamati dan diukur indikator-indikatornya.
·
Masalah
penelitian harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan deklaratif atau dalam
bentuk kalimat pertanyaan. Banyak ahli menyarankan agar supaya masalah
penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan, karena dengan bentuk
pertanyaan, akan lebih memfokuskan pada jawaban atau pemecahan masalah yang
akan diperoleh.
·
Masalah
penelitian harus dirumuskan dengan kalimat yang sederhana,
pendek, dan padat dan mencerminkan inti
masalah yang diajukan. Pertimbangan ini diajukan agar masalah
penelitian yang dapat difahami dengan mudah oleh pihak-puhak
lain yang berkepentingan dengan penelitian yang
akan dilakukan, tanpa adanya kemungkinan untuk diinterpretasi
secara beragam dan membingungkan.
·
Masalah penelitian harus memiliki landasan
rasional (dapat dinalar) dan diargumentasikan secara jelas, sehingga dapat
meyakinkan pihak-pihak lain untuk menerimanya.
Rumusan masalah
yang telah ditetapkan, pada tahap selanjutnya
akan dijadikan dasar dalam menentukan tujuan yang akan mengarahkan pemilihan
metode serta prosedur penelitian.
5. CONTOH
PENELITIAN DIBIDANG EKONOMI PEMBANGUNAN
No comments:
Post a Comment