Thursday, August 9, 2012

TUGAS 1 : METODE PENELITIAN


1.   PENGERTIAN DASAR DALAM BERPIKIR SECARA ILMIAH
Berpikir secara ilmiah adalah berpikir yang menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, memutuskan, mengembangkan dan sebagainya secara ilmu pengetahuan (berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan atau menggunakan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran).

2.   PERLUNYA PROPOSAL SEBELUM MELAKUKAN PENELITIAN DAN PROSES PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN
Proposal penelitian dapat membantu memberi arah pada peneliti agar mampu menekan kesalahan yang mungkin terjadi selama proses penelitian berlangsung. Tujuan  umum  proposal  penelitian adalah  memberitahukan  secara  jelas tentang tujuan penelitian, siapa yang hendak ditemui, serta apa yang akan dilakukan atau dicari di lokasi penelitian. Proposal atau sering disebut juga sebagai usulan penelitian adalah suatu  pernyataan  tertulis  mengenai  rencana  atau  rancangan  kegiatan penelitian secara  keseluruhan kepada atasan atau dosen (mahasiswa sebagai peneliti) agar mendapat izin di perbolehkan penelitian tersebut utnuk dijalankan atau dihentikan.

Menyusun proposal (rencana) penelitian dapat diibaratkan seperti membuat suatu barang untuk dijual. Artinya, laku atau tidaknya barang tersebut sangat tergantung kepada mutu barang itu dan kelihaian kita dalam menawarkan barang tersebut. Apalagi kalau barang tersebut merupakan hal baru bagi masyarakat, sudah barang tentu konsumen akan tertarik untuk membelinya. Dalam membuat rencana penelitian, di benak kita juga harus ada pemikiran seperti itu. Bahwa hanya rencana penelitian yang bermutu ilmiah dan mempunyai kegunaan tinggilah yang akan diterima oleh si pemegang dana atau oleh dosen pembimbing bagi rencana penelitian skripsi, tesis atau disertasi. Apalagi bila rencana penelitian itu dapat menjanjikan hasil penemuan baru yang sangat berguna, baik ditinjau dari segi kepentingan praktis maupun dari aspek ilmu pengetahuan. Cara penawaran yang menarik juga berlaku di sini. Dalam arti, bahwa sipembuat rencana penelitian harus dapat meyakinkan pihak yang akan menyetujui rencana penelitian tersebut. Untuk itu dibutuhkan penguasaan ilmu yang memadai, tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti itu. Kekecewaan karena rencana penelitiannya ditolak, sering dialami peneliti yang mem­buat rencana penelitiannya secara terburu-buru. Penolakan ini biasanya bersumber pada penguasaan materi yang kurang mendalam, karena si peneliti kurang banyak membaca. Akhirnya timbul berbagai komentar, misalnya : rencana penelitian itu sudah pernah diteliti orang, kurang ada manfaatnya, kurang bobot ilmiahnya, dan bahkan tidak jarang timbul komentar rencana penelitian yang bersifat mencoba-coba saja. Dalam hal seperti ini kegemaran memba­ca, membaca pustaka ilmiah tentunya, terutama yang memuat hasil-hasil penelitian seperti : journal, bulletin dan laporan-laporan hasil penelitian yang lain, merupakan kegiatan yang mutlak diperlukan bagi seorang peneliti.
Cara Penyusunan Proposal Penelitian :
·          Pendahuluan
·         Tinjauan Pustaka
·         Perumusan Hipotesis
·         Metode Penelitian.
Disamping itu untuk lebih melengkapi perlu ditambah bab-bab lain seperti: Halaman judul penelitian, Halaman persetujuan, Kata Pengantar, Daftar Pustaka dan Lampiran.

PENDAHULUAN
Biasanya terdiri dari :
1.    Formulasi permasalahan
Penelitian berpangkal pada suatu pertanyaan dari suatu permasalahan yang muncul dari benak peneliti karena "ketidak tahuan" mengenai suatu fenomena atau gejala. Ini salah satu stimuli timbulnya penelitian.  Seperti misalnya: apa yang menyebabkan meningkatnya kriminalitas, kenakalan remaja; mengapa produksi pertanian (dapat juga menyebut salah satu komoditi, misalnya harga gula) tidak mampu bersaing dipasaran dunia. Jawabannya dapat bersifat teknik, sosial atau ekonomis.
Apabila seorang mahasiswa memulai pekerjaan tesisnya seringkali menyatakan permasalahan penelitian dengan mengemukakan judul penelitian. Ketika ditanya apa permasalahan penelitian, seringkali tidak tahu menyatakan permasalahan penelitin.
Permasalahan penelitian merupakan justifikasi/alasan mengapa penelitian tertentu perlu dilakukan. Justifikasi tergantung pada penting-nya permasalahan, sedangkan pentingnya permasalahan dapat ditinjau dari pelbagai aspek. Problematik penelitian hendaknya juga mencakup bukan "What" tetapi juga dapat mencakup "whom", "where", and "when".
2.    Tujuan dan Kegunaan
Tujuan penelitian adalah formulasi apa yang ingin diketahui atau ditentukan dalam melaksanakan penelitian.
Apabila rumusan permasalahan dinyatakan sebagai kalimat bertanya, maka tujuan penelitian bentuk pernyataan, seperti misalnya dengan menggunakan kalimat :
- untuk mengetahui . . .
- untuk memperoleh . . .
(dimaksudkan untuk menyatakan secara spesifik apa yang akan dilakukan dalam penelitian)
3.    Kegunaan Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh kalau tujuan penelitian telah tercapai disebut sebagai kegunaan penelitian. Apakah memberikan sumbangan pada khasanah ilmu pengetahuan atau­kah berguna untuk menjawab masalah-masalah pembangunan nyata.

 

Tinjauan Pustaka

Bab ini menguraikan konsepsi dan teori-teori yang relevan dan biasanya diperoleh dari buku-buku teks, atau dari   laporan hasil penelitian sebelumnya yang dapat diperoleh dari bulletin, journal, tesis dan bentuk laporan hasil penelitian lain. Isinya tidak hanya relevan dengan problem yang diteliti tetapi juga dari pustaka terbaru. Hal yang lebih penting, Bab Tinjauan Pustaka ini harus dapat memberikan landasan ilmiah tentang :
·         Masalah penelitian
·         Metode yang dipilih (bila perlu), dan
·         Memberikan landasan ilmiah, mengapa perlakuan yang satu dihipotesiskan (diduga) lebih baik daripada perlakuan yang lain atau mengapa suatu variabel diduga berhubungan dengan variabel yang lain. Misalnya, mengapa tanaman yang dipupuk hasilnya lebih tinggi daripada yang tidak dipupuk ?

 

Hipotesis

Setiap tahap pengembangan pemikiran ilmiah dibuat dengan memperkirakan kejadian dengan mengembangkan hipotesis (yang diusahakan untuk dibuktikan) yang seringkali dimulai dengan dasar yang tidak kuat. Hipotesis adalah suatu perkiraan atau dugaan hasil mental peneliti mengenai fakta-fakta yang diperoleh atau jawaban sementara mengenai suatu gejala   atau hubungan antara dua gejala impiris.
Fungsi utama hipotesa adalah sebagai dasar penelitian dan pengamatan baru. Hal logis karena kebanyakan penelitian dan pengamatan dilakukan untuk menguji hipotesa. Fungsi kedua adalah suatu alat untuk memperoleh pengetahuan baru, yang pada permulaannya belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hipotesis harus didasari suatu landasan teori yang mantap, sehingga dapat terhindar dari hubungan-hubungan palsu. Teori dapat diangkat menjadi hipotesa, dimana teori tersebut diuji kembali secara empiris dalam suatu lingkungan tertentu. Bilamana telah dites maka hipotesa dapat mendukung teori atau dapat menolak teori. Oleh karena itu hasil penelitian  tidak perlu sesuai dengan hipotesa baik hipotesa yang diangkat dari teori ataupun hasil pengamatan lapang. Hipotesis juga dapat merupakan dugaan atau pendapat sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya harus dibuktikan melalui penelitian. Tidak semua penelitian bertujuan untuk membuktikan kebenaran hipotesis, tetapi untuk penelitian-penelitian yang bersifat eksperimental pada dasarnya memang bertujuan demikian. Namum bab ini bila dipandang perlu dapat dihilangkan (tidak ditulis), yaitu bila dalam perumusan tujuan penelitian penulis sudah menyajikan dalam bentuk kalimat yang sangat jelas dalam arti dapat memberi petunjuk tentang pengujian hasil penelitian, seperti lazimnya kita merumuskan hipotesis. Hanya bedanya, hipotesis disajikan dalam kalimat pernyataan, sedangkan tujuan penelitian disajikan dalam kalimat pertanyaan.

Metode Penelitian

Dalam bab ini peneliti menjelaskan seluruh variabel yang terkait/berperan dalam penelitian. Tidak hanya variabel bebas dan variabel tergantung saja, tetapi juga variabel- variabel lain yang menentukan keberlakuan hasil dari penelitian tersebut.
Bab ini berisi antara lain :
·         Tempat dan waktu pelaksanaan penelitian. Ingat, tidak semua penelitian perlu dijelaskan tentang tempat dan waktu pelaksanaannya.
·         Alat dan bahan , yang digunakan dalam penelitian terutama tentang spesifikasi alat dan bahan tersebut,
·         Metode penelitian, mencakup rancangan penelitian dan rencana analisis datanya,
·         Pelaksanaan penelitian, dikemukakan prosedur pelaksanaan penelitian secara terperinci dan lengkap, tidak termasuk variabel rambang, dan
·         Pengamatan dan pengumpulan data, dijelaskan tentang prosedur dan cara pengamatan penelitian serta dapat menunjang apa saja yang perlu dikumpulkan.

DESKRIPSI PROPOSAL PENELITIAN
·           Judul Penelitian
Singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas untuk memberi gambaran mengenai penelitian yang direncanakan.
·      Pendahuluan
Penelitian dilakukan untuk menjawab keingin-tahuan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala/konsep/dugaan atau menerapkannya untuk suatu tujuan. Kemukakan hal-hal yang mendorong, atau argumentasi pentingnya dilakukannya penelitian.
·      Perumusan Masalah
Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti. Uraikan pendekatan atau konsep  untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, atau dugaan yang akan dibuktikan.  Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan  definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian.  Uraian perumusan masalah tidak perlu dalam bentuk pertanyaan
·      Tinjauan Pustaka
Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli, misalnya jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas  kajian pustaka  yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang dilakukan. 
Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan  bahan epenelitian lain yang diperoleh dari acuan pustaka, yang dijadikan landasan  untuk melakukan epenelitian yang diusulkan.  Uraian dalam tinjaun pustaka  dibawa untuk menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Tinjauan pustaka mengacu pada Daftar Pustaka.
·      Tujuan Penelitian
Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian. Penelitian dapat bertujuan  untuk menjajagi, menguraikan, menerang-kan, membuk- tikan atau menerapkan suatu gejala, konsep, atau dugaan atau membuat suatu prototipe.
·      Kontribusi Hasil Penelitian
Uraikan  kontribusi penelitian dalam pengembangan ilmu penge tahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan, atau pengembangan kelembagaan
·      Metode Penelitian
Uraikan metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci. Uraian dapat meliputi  variabel dalam penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data, cara penafsiran hasil penelitian.  Untuk mpenelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan  pendekatan yang digunakan,  proses pengumpulan dan analisis informasi, proses penafsiran dan penyim-pulan hasil penelitian.
·      Jadwal Pelaksanaan
Buatlah jadwal  kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan lapioran penelitian dalam bentuk bar-chart. Bar chart ini memberikan  rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaan mengacu pada metode penelitian.  Untuk penelitian  multiyear, keterkaitan antara tahapan yang satu dengan tahapan selanjutnya harus jelas (bersifat serial, bukan paralel).
·    Daftar Pustaka
Dalam penyusunan Daftar Pustaka dianjurkan, untuk menggunakan Buku Petunjuk tentang itu. Demikian pula untuk penulisan pustaka di dalam teks. Dengan menggunakan buku pedoman tidak hanya konsistensi penulisan dapat dijaga tetapi sekaligus juga mencerminkan kualifikasi dari penulisnya.
·      Lampiran
Apabila penyajian tabel, grafik, gambar dan foto dalam teks dipandang akan mengganggu kontinuitas jalannya pembahasan, sebaiknya disajikan dalam Lampiran.


3.   SISTEMATIKA ISI DARI PROPOSAL PENELITIAN
Sistematika isi proposal penelitian memuat : Latar belakang, Identifikasi Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, Manfaat dan Ruang Lingkup Penelitian.
·         Latar belakang Latar belakang berisi pokok-pokok pemikiran tentang masalah yang akan diteliti dan alasan-alasan mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan ini dipandang menarik atau perlu diteliti. Selain itu latar belakang memiliki susunan penulisan secara sistematis (umum-khusus) atau juga disebut dengan piramida terbalik. Sehingga dalam penulisan latar belakang tergambar uraian permasalahan secara berurutan.
·         Identifikasi Masalah
Pada bagian ini perlu ditunjukan masalah yang akan diteliti berdasarkan data atau fakta yang terjadi. Akan lebih baik lagi bila ditampilkan data-data yang menunjukkan bahwa terjadi masalah pada objek yang akan diteliti.
·         Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, makalah masalah dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya atau/kalimar pernyataan. Namun rumusan masalah tersebut harus mampu menunjukkan variabel yang akan diteliti.
·         Tujuan Penelitian
Merupakan keadaan yang ingin dicapai dalam penelitian yang berkaitan erat dengan masalah yang dirumuskan. Tujuan dibagi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara keseluruhan maksud dan tujuan diadakannya penelitian sedangkan tujuan khusus merupakan uraian dari masing-masing tujuan secara keseluruhan, baik variabel independen maupun variabel dependennya serta gabungan antara kedua variabel tersebut.
·         Manfaat Penelitian
Merupakan dampak setelah tercapainya tujuan. Tuliskan manfaat penelitian, baik dari segi dunia keilmuan, bagi diri sendiri maupun bagi objek penelitian.
·         Ruang Lingkup Penelitian
Adalah gambaran secara keseluruhan tentang bagaimana jenis penelitian yang digunakan apakah deskriptif, analitik ataupun komparatif. Ruang lingkup ini juga berisikan subyek dan obyek penelitian, lokasi serta waktu penelitian.
·         Tinjauan Pustaka
Berisikan tentang dasar-dasar teori yang berkaitan dengan masalah penelitian yang meliputi: pengertian-pengertian variabel, perumusan penelitian hendaknya dilakukan dengan pernyataan sebab akibat atau dengan memberikan suatu pemikiran atas gejala-gejala yang terjadi keterkaitan antar variabel serta hasil penelitian yang pernah dilakukan terdahulu yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan.
·         Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang dihadapi, dan masih harus dibuktikan kebenarannya. Perumusan hipotesis hendaknya dilakukan dengan pernyataan sebab dan akibat atau dengan memberikan suatu penilaian atas gejala-gejala yang terjadi. Bila penelitian hanya terdiri dari satu variabel dinyatakan dalam bentuk pertanyaan penelitian.
·         Metode Penelitan
Metode penelitian meliputi : Desan/Rancangan penelitian, variabel penelitian, definisi operasional variabel, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, jenis dan sumber data, alat dan teknik pengumpulan data, etika penelitian (bila menggunakan manusia sebagai objek penelitian), pengolahan data, rancangan Uji hipotesis/analisis data, alat dan bahan yang diinputkan.
·         Jadwal waktu dan Biaya Penelitian
Dalam jadwal dan biaya penelitian ditunjukkan:
1.    Tahap-tahap dan rangkaian penelitan.
2.    Waktu yang diperlukan pada tiap tahap.
3.    Biaya penelitian
Jadwal dapat disajikan dalam bentuk matriks atau uraian.

4.   PROSES PERUMUSAN PROPOSAL PENELITIAN
Setelah masalah yang akan diteliti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti, dan bagaimana hubungan variabel satu dengan yang lain), dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat, maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. Perumusan masalah merupakan pemetaan faktor-faktor dan variabel-variabel yang terkait. Kualitas suatu penelitian  tidak  cukup  dipertimbangkan  berdasarkan  kriteria-kriteria sebagaimana diuraikan sebelumnya. Kualitas suatu penelitian juga ditentukan oleh bagaimana  masalah  penelitian  tersebut  dirumuskan.  Untuk dapat  menyajikan perumusan masalah penelitian yang baik, perlu diikuti beberapa persyaratan sebagai berikut:
·     Masalah penelitian harus dirumuskan secara spesifik. Dengan perumusan yang spesifik, akan dapat menunjukkan tentang gambaran yang lebih menfokus mengenai arah pemecahannya. Namun demikian, walaupun harus dirumuskan secara spesifik, peneliti pada waktu mengidentifikasi masalah penelitiannya,  terlebih  dahulu  harus  memberikan  gambaran umum dan menyeluruh tentang masalah-masalah yang bersifat umum, agar peneliti tetap memiliki wawasan yang lebih komprehensif dan makro. Baru sesudah gambaran komprehensif dan makronya dibeberkan, pembatasan masalah penelitian yang sifatnya lebih spesifik dikemukakan. Hal  itu  disarankan,  oleh  karena  masalah masalah  penelitian  yang dirumuskan terlalu spesifik dan sempit, dikhawatirkan  peneliti akan kehilangan dari konteks wawasan yang bersifat makro.
·    Masalah penelitian yang telah dirumuskan secara spesifik, harus diikuti dengan perumusan secara operasional. Dengan  perumusan  yang operasional terkandung maksud bahwa masalahnya menjadi mudah untuk diamati dan diukur indikator-indikatornya.
·    Masalah penelitian harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan deklaratif atau dalam bentuk kalimat pertanyaan. Banyak ahli menyarankan agar supaya masalah penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan, karena dengan bentuk pertanyaan, akan lebih memfokuskan pada jawaban atau pemecahan masalah yang akan diperoleh.
·    Masalah penelitian harus dirumuskan dengan kalimat yang sederhana, pendek, dan padat dan  mencerminkan inti masalah yang diajukan. Pertimbangan ini diajukan agar masalah penelitian yang dapat difahami dengan  mudah  oleh  pihak-puhak  lain  yang  berkepentingan  dengan penelitian  yang  akan dilakukan,  tanpa  adanya  kemungkinan  untuk diinterpretasi secara beragam dan membingungkan.
·     Masalah penelitian harus memiliki landasan rasional (dapat dinalar) dan diargumentasikan secara jelas, sehingga dapat meyakinkan pihak-pihak lain untuk menerimanya.
Rumusan  masalah  yang  telah  ditetapkan,  pada  tahap  selanjutnya  akan dijadikan dasar dalam menentukan tujuan yang akan mengarahkan pemilihan metode serta prosedur penelitian.

5.    CONTOH PENELITIAN DIBIDANG EKONOMI PEMBANGUNAN

No comments:

Post a Comment