Thursday, August 9, 2012

TUGAS 1 : TEORI EKONOMI MAKRO LANJUTAN



(Tugas 1 Sebelumnya)
Pengaruh kebijakan moneter dalam perekonomian yang menggunakan sistem nilai tukar fleksibel dapat menggeser kurva permintaan agregat.
Mobilitas modal berkontribusi pada efektifitas kebijakan moneter dalam meningkatkan pendapatan nasional dalam sistem nilai tukar fleksibel. Hal tersebut dikarenakan efek depresiasi yang dihasilkan dari kebijakan moneter ekspansif yang berdampak pada harga relatif barang dan jasa domestik dan luar negeri. Lebih luasnya mobilitas modal, depresiasi lebih besar dari hasil kebijakan moneter dan menurunkan harga barang domestik secara relatif terhadap harga barang luar negeri. Hal tersebut dapat diartikan, jika kebijakan moneter dilakukan lebih permanen, depresiasi semakin lebar dan harga barang dan jasa secara relatif menjadi semakin murah.

Kebijakan moneter ekspansif dengan menaikkan jumlah uang beredar menggeser kurva LM dari LM0 ke LM1 sehingga tingkat bunga turun. Rendahnya tingkat bunga menyebabkan aliran modal keluar yang menyebabkan neraca pembayaran defisit sehingga kurs naik (mata uang domestik depresiasi), kemudian depresiasi menyebabkan harga relatif barang dan jasa menjadi lebih murah dari pada harga luar negeri. Pengeluaran dialihkan untuk barang dan jasa domestik, di sisi lain ekspor naik dan kurva IS bergeser ke kanan dari IS0 ke IS1. Depresiasi nilai tukar domestik membuat kebijakan moneter sebagai instrument yang efektif untuk mencapai kesimbangan internal (YIB). Kebijakan moneter dalam sistem nilai tukar fleksibel dan dengan aliran modal sempurna merupakan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan pendapatan nasional, baik dilakukan secara temporer maupun permanen. Namun kebijakan yang dilakukan secara permanen lebih efektif dari pada kebijakan yang dilakukan secara temporer.


4.jpg
 











 (Tugas 1 Terbaru)
PERUBAHAN TEKNOLOGI DAPAT MENGGESER KURVA PENAWARAN AGREGAT
Perubahan tenologi (perubahan diasumsikan penggunaan atau penambahan mesin mesin baru untuk melakukan proses produksi) dapat menggeser kurva penawaran agregat baik jangka panjang ataupun jangka pendek (LRAS1 bergeser ke LRAS2 dan SRAS1 bergeser ke SRAS2), hal ini disebabkan oleh perubahan teknologi yang mana dapat meningkatkan output dari Y1 bergeser ke Y2. 


00.jpg,01.jpg,01.jpg,4.jpg,3.jpg,5.jpg,6.jpg,10.jpg,10.jpg,7.jpg,7.jpg,8.jpg,8.jpg,9.jpg,9.jpg
 









Keterangan :
Pd       = Tingkat harga domestik
Y        = Output produksi
LRAS   = Penawaran Agregat jangka panjang
SRAS   = Penawaran Agregat jangka pendek

No comments:

Post a Comment