(Tugas 1 Sebelumnya)
Pengaruh kebijakan moneter dalam perekonomian yang
menggunakan sistem nilai tukar fleksibel dapat menggeser kurva permintaan
agregat.
Mobilitas modal berkontribusi pada
efektifitas kebijakan moneter dalam meningkatkan pendapatan nasional dalam
sistem nilai tukar fleksibel. Hal tersebut dikarenakan efek depresiasi yang
dihasilkan dari kebijakan moneter ekspansif yang berdampak pada harga relatif
barang dan jasa domestik dan luar negeri. Lebih luasnya mobilitas modal,
depresiasi lebih besar dari hasil kebijakan moneter dan menurunkan harga barang
domestik secara relatif terhadap harga barang luar negeri. Hal tersebut dapat
diartikan, jika kebijakan moneter dilakukan lebih permanen, depresiasi semakin
lebar dan harga barang dan jasa secara relatif menjadi semakin murah.
Kebijakan moneter ekspansif dengan
menaikkan jumlah uang beredar menggeser kurva LM dari LM0 ke LM1 sehingga
tingkat bunga turun. Rendahnya tingkat bunga menyebabkan aliran modal keluar
yang menyebabkan neraca pembayaran defisit sehingga kurs naik (mata uang
domestik depresiasi), kemudian depresiasi menyebabkan harga relatif barang dan
jasa menjadi lebih murah dari pada harga luar negeri. Pengeluaran dialihkan
untuk barang dan jasa domestik, di sisi lain ekspor naik dan kurva IS bergeser
ke kanan dari IS0 ke IS1. Depresiasi nilai tukar domestik membuat kebijakan
moneter sebagai instrument yang efektif untuk mencapai kesimbangan internal
(YIB). Kebijakan moneter dalam sistem nilai tukar fleksibel dan dengan aliran
modal sempurna merupakan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan pendapatan
nasional, baik dilakukan secara temporer maupun permanen. Namun kebijakan yang
dilakukan secara permanen lebih efektif dari pada kebijakan yang dilakukan
secara temporer.
![]() |
(Tugas 1
Terbaru)
PERUBAHAN TEKNOLOGI DAPAT MENGGESER KURVA
PENAWARAN AGREGAT
Perubahan
tenologi (perubahan diasumsikan penggunaan atau penambahan mesin mesin baru
untuk melakukan proses produksi) dapat menggeser kurva penawaran agregat baik
jangka panjang ataupun jangka pendek (LRAS1 bergeser ke LRAS2
dan SRAS1 bergeser ke SRAS2), hal ini disebabkan oleh
perubahan teknologi yang mana dapat meningkatkan output dari Y1
bergeser ke Y2.
![]() |
Keterangan :
Pd = Tingkat harga domestik
Y = Output produksi
LRAS = Penawaran Agregat jangka panjang
SRAS = Penawaran Agregat jangka pendek


No comments:
Post a Comment