1.
BARANG INFERIOR DAN
BARANG GIFFEN
Barang inferior adalah barang yang arah perubahan
jumlah permintaannya berlawanan dengan perubahan penghasilan riil konsumen.
Adanya kenaikan penghasilan riil konsumen justru mengurangi permintaan barang
inferior. Misalnya, pada waktu penghasilan seseorang rendah, ia biasa
mengonsumsi makanan kualitas rendah yang harganya murah, sebut saja jenis X
(aking). Ketika penghasilannya naik, ia mampu membeli makanan kualitas yang
lebih baik, sebut saja Y (beras), sehingga permintaan barang kualitas rendah
jenis A berkurang. Jadi barang Inferior adalah barang yang tidak memiliki nilai
jual yang tinggi, sehingga akan mengalami penurunan permintaan apabila
pendapatan seseorang meningkat, hal ini akibat efek substitusi lebih besar
daripada efek pendapatan.
Efek pendapatan
dan efek
substitusi:
Kasus barang inferior
Kasus barang inferior
Barang giffen sering disamakan dengan barang
inferior, tetapi sesungguhnya ada perbedaannya. Barang giffen adalah termasuk
barang inferior, tetapi tidak semua barang inferior adalah barang giffen. Barang
Giffen memiliki sifat seperti barang inferior tetapi bertentangan dengan hukum
permintaan. Apabila harga barang naik permintaannya justru meningkat dan
apabila harga barang turun permintaan cenderung menurun, hal ini akibat efek
pendapatan lebih besar dari efek substitusi. Istilah Giffen berasal dari Sir
Robert Giffen, seorang ekonom asal Skotlandia.
Efek
pendapatan dan efek substitusi:
kasus barang Giffen
kasus barang Giffen
2.
MRS
DAN MRTS, PERBEDAAN DAN PERSAMAANNYA
Marginal Rate of Substitution (MRS)
adalah perbandingan antara berapa satuan dari barang yang satu yang masih dapat
digantikan dengan barang yang lain tanpa mengurangi kepuasan yang diperoleh.
Makin sedikit dari barang yang satu yang tinggal untuk dikonsumsikan (dan makin
banyak dari barang yang lain sudah dimiliki), konsumen akan semakin tidak rela
melepaskan satu satuan lagi dari barang yang satu itu untuk memperoleh barang
tambahan barang yang lain. Secara matematika hal ini MRS sama dengan koefisien
arah kurva indiferensi.
Marginal Rate of Technical
Substitution (MRTS) adalah Tingkat Subsitusi
Marjinal yang semakin menurun, artinya berapa jumlah salah satu input harus
dikompensasikan akibat penambahan satu unit input lainnya, sehingga tingkat
output dapat dipertahankan.
Persamaan keduanya yaitu bahwa MRS dan MRTS sama-sama
menggunakan prinsip substitusi atas beberapa input atau barang.
Perbedaan keduanya yaitu bahwa Marginal Rate of Substitution
(MRS) terkait dengan kepuasan konsumen dengan asumsi kesukaan (tastes) dan
preferensi tertentu, serta menggunakan kurva indeferen untuk menjelaskannya,
sedangkan Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) terkait dengan tingkat
output/produksi konstan serta menggunakan kurva isoquant untuk menjelaskannya.
No comments:
Post a Comment