DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA
A. DAMPAK POSITIF
- Harga listrik akan jauh lebih murah karena Indonesia memiliki bahan baku tenaga nuklir untuk listrik yang relatif banyak dan stabil, tidak seperti bahan bakar fosil yang ketersediaannya semakin menipis sehingga Indonesia harus mengimpor minyak dari negara lain yang secara otomatis menguras APBN karena kebijakan subsidi pemerintah untuk PLN.
- Dari dimensi kemampuan ekonomi rakyat, PLTN menjadi salah satu faktor pendorong perkembangan ekonomi rakyat karena PLTN akan lebih memberikan jaminan ketersediaan listrik sehingga pemadaman listrik akan berkurang yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan efektivitas masyarakat dalam memproduksi barang dan jasa. Kondisi ini diharapkan akan meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat.
B. DAMPAK NEGATIF
- Reaktor nuklir sangat membahayakan dan mengancam keselamatan makhluk hidup di muka Bumi karena radiasi reaktor nuklir langsung dan tidak langsung akan berakibat fatal pada manusia (langsung = radiasi langsung terkena kulit atau tubuh manusia; tidak langsung = radiasi terjadi lewat makanan atau minuman yang tercemar melalui radio aktif seperti udara atau air dll.) karena bisa menyebabkan perusakan fungsi sel dalam tubuh dan akhirnya dapat menimbulkan kanker, perusakan sel telur dan testis yang akan membuat bayi bayi terlahir cacat.
- Radiasi akan terjadi bila PLTN mengalami kebocoron yang utamanya disebabkan oleh dua faktor yakni kesalahan manusia (human error) dan bencana alam (natural disaster). Kebocoran reaktor nuklir PLTN Fukushima di Jepang baru-baru ini terjadi karena faktor bencana alam. Dalam konteks Indonesia, kondisi geografis Indonesia memiliki banyak persamaan dengan Jepang. Hal ini terindikasi dengan bencana alam yang terjadi seperti gempa dan tsunami yang sering melanda Indonesia sama halnya dengan Jepang. Oleh karenanya, keberadaan PLTN di Indonesia dikhawatirkan akan menimbulkan ancaman radiasi nuklir yang disebabkan oleh bencana alam seperti yang dialami oleh Jepang.
No comments:
Post a Comment