Friday, November 25, 2011

Tugas3 Pengantar Akuntansi


  1. Penjualan obligasi :
300 lbr  x  @ Rp 200.000/lbr  x  99%             = Rp 59.400.000,-

Diskonto :
300 lbr  x  @ Rp 200.000/lbr  x  1 %              = Rp      600.000,-

Jumlah                                                             = Rp 60.000.000,-

PT. GRADE
JURNAL UMUM
Tgl
Uraian
Ref
D
K
a.


.
b.



c



d.
.



e.
1/8/09




31/12/09



31/12/09



01/01/10



01/02/10
Kas
Diskonto utang obligasi
Obligasi

(jurnal penyesuaian)
Beban bunga
Hutang bunga

(jurnal penutup)
Ikhtisar laba rugi
Hutang bunga

(jurnal pembalik)
Hutang bunga
Beban bunga


Beban bunga
Kas
Beban bunga
Diskonto utang obligasi


59.400.000
600.000



3.000.000



3.000.000



3.000.000



3.600.000

60.000


60.000.000



3.000.000



3.000.000



3.000.000



3.600.000

60.000









Perhitungan (b) :
Beban bunga :
5/6  x  6%  x  Rp 60.000.000,-                        = Rp  3.000.000 

Perhitungan (e):
Beban bunga :
6%  x  Rp 60.000.000,-                                   = Rp  3.600.000

Perhitungan (e):
Diskonto utang obigasi :
1/10  x  Rp  600.000,-                                     = Rp     60.000

PT. AVANT
JURNAL UMUM
Tgl
Uraian
Ref
D
K
a.


.
b.



c



d.
.


e.
1/8/09




31/12/09



31/12/09



01/01/10


01/02/10
Obligasi
Premium utang obligasi
Kas

(jurnal penyesuaian)
Piutang  bunga
Pendapatan bunga

(jurnal penutup)
Pendapatan bunga
Ikhtisar laba rugi

(jurnal pembalik)
Pendapatan bunga
Piutang bunga

Kas
Pendapatan bunga
Premium utang obligasi
Pendapatan bunga


60.000.000



3.000.000



3.000.000



3.000.000



3.600.000

60.000

600.000
59.400.000



3.000.000



3.000.000



3.000.000



3.600.000

60.000







Perhitungan (b) :
Pendapatan bunga :
5/6  x  6%  x  Rp 60.000.000,-                        = Rp  3.000.000

Perhitungan (e):
Pendapatan bunga :
6%  x  Rp 60.000.000,-                                   = Rp  3.600.000

Perhitungan (e):
Premium utang obigasi :
1/10  x  Rp  600.000,-                                     = Rp     60.000
   
  1. Activity bassed costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat. Namun dari perspektif manajerial, sistem ABC menawarkan lebih dari sekedar informasi biaya produk yang akurat akan tetapi juga menyediakan informasi tentang biaya dan kinerja dari aktivitas dan sumber daya serta dapat menelusuri biaya-biaya secara akurat ke objek biaya selain produk, misalnya pelanggan dan saluran distribusi.
a.      Cost driver (pemacu biaya) adalah pemilihan dasar alokasi dengan mempertimbangkan aktivitas yang menimbulkan biaya.
b.      Manfaat utama : sistem ABC dapat memberikan informasi biaya produksi yang lebih akurat dan lebih bermanfaat. Data biaya yang lebih baik dapat mengarah ke pengurangan biaya untuk aktivitas tertentu. Sistem ini membuat para manajer menyadari bahwa aktivitas bukan produk yang dapat menentukan laba perusahaan, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik.
c.       Keterbatasan konsep ada dua anggapan penting yang harus dipenuhi agar dapat memperoleh informasi biaya produksi yang akurat dalam sistem ABC yaitu :
·         Seluruh biaya overhead yang terkait dengan aktivitas harus dipengaruhi oleh  pemicu biaya yang digunakan untuk membebankan biaya tersebut ke produk.
·         Seluruh biaya overhead yang terkait dengan aktivitas harus merespaon secaa proposional dengan perubahan level aktivitas dari pemicu biaya.

No comments:

Post a Comment