1.
Apa
sajakah yang menjadi indicator pembangunan manusia (HDI)?
a)
Hitung indeks panjang
usia: Indeks ini mengukur
prestasi relatif suatu negara dalam hal harapan hidup saat lahir.
b)
Hitung indeks pendidikan: Indeks ini mengukur
prestasi relatif suatu negara baik dalam hal melek huruf orang dewasa maupun
gabungan angka partisipasi sekolah di tingkat dasar, menengah, dan perguruan
tinggi. Pertama, hitung indeks melek huruf orang dewasa, kemudian indeks
gabungan partisipasi sekolah. Indeks pendidikan merupakan rerata berbobot (weighted average) indeks melek huruf
orang dewasa dan partisipasi kasar sekolah: dua pertiga bobot diberikan kepada
melek huruf orang dewasa, satu pertiga bobot diberikan kepada partisipasi kasar
gabungan.
Catatan
:
Indeks pendidikan = 2/3 (indeks
melek huruf orang dewasa) + 1/3 (indeks partisipasi kasar).
c)
Hitung indeks PDB: Indeks PDB dihitung
sebagai logaritma per kapita PDB (PPP US$) yang disesuaikan. Penyesuaian
dilakukan dengan pertimbangan bahwa untuk mencapai tingkat pembangunan manusia
yang layak tidak dibutuhkan pendapatan yang tidak terbatas.
HDI = 1/3
(indeks harapan hidup) + 1/3 (indeks pendidikan) + 1/3 (indeks PDB)
2. Apakah yang dimaksud
pernyataan bahwa banyak negara berkembang yang 'rapuh' dan didominasi oleh
ketergantungan dalam hubungannya dengan negara kaya. berikan beberapa contohnya!
Banyak negara yang sedang berkembang
dinyatakan rapuh karena dalam negara itu sendiri selalu diwarnai dengan
ketidakstabilan politik, keterbelakangan ekonomi, sumber daya manusia yang
rendah dan ketidakcukupan modal untuk membangun perekonomiannya. Hal inilah
yang menyebabkan ketergantungan pada negara negara maju (negara kaya) dengan
harapan bantuan berupa modal serta teknologi yang modern untuk menunjang
pembangunan ekonomi di negara sedang berkembang.
Jadi NSB tidak mungkin dapat berkembang tanpa
didominasi oleh ketergantungannya terhapadap negara negara kaya dalam hubungan
peminjaman modal dan harapan masuknya teknologi terkini.
Contohnya
:
·
Indonesia yang hingga kini masih tergantung
pada IMF dalam bidang keuangan negara.
·
Pertambangan pertambangan di Indonesia seperti
FMI (Freeport), Newmont, Exxon dan masih banyak lagi yang lain, dimana sangat
membutuhkan teknologi yang mumpuni dari negara negara maju agar dapat mengolah
SDA menjadi output yang lebih bernilai tinggi.
·
NSB identik dengan selalu mengekspor kenegara
maju berupa bahan mentah dan sebaliknya negara maju selalu mengimpor barang
jadi ke NSB dengan harga yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan barang
ekspor NSB tersebut.
3.
Apakah
yang menjadi tantangan utama iklim investasi di Indonesia?
a)
Kondisi
alam
b)
Stabilitas
Keamanan
c)
Stabilitas politik dan sosial
d)
Stabilitas ekonomi
e)
Kondisi infrastruktur dasar (listrik,
telekomunikasi, prasarana jalan serta pelabuhan)
f)
Berfungsinya sektor pembiayaan dan tenaga
kerja
(SDM)
g)
Regulasi dan perpajakan
h)
Birokrasi yang tidak berbelit belit
i)
Korupsi
4.
Mengapa tingkat
ketimpangan yang tinggi dapat menyebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan dan
pembangunan ekonomi? Dan mengapa sangat sulit untuk keluar dari jebakaban
semacam ini?
Syarat
untuk menyatakan tingkat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tidak diukur
dengan tingginya tingkat GNP secara keseluruhan atau tingkat pendapatan
perkapita semata, melainkan pendapatan tersebut harus dapat menyebar atau dapat
dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik lapisan masyarakat golongan
kaya dan masyarakat golongan miskin.
Jadi,
bila ketimpangan ini terus terjadi dalam waktu yang panjang maka terjadilah
jebakan kemiskinan yang mana semakin lama ketimpangan tersebut berlaku dalam
kehidupan masyarakat semakin sulit pula untuk keluar dari jebakan kemiskinan
tersebut.
Jalan
satu satunya adalah beberapa kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah agar
dapta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan, yaitu :
a)
Mengubah
distribusi pendapatan fungsional melalui kebijakan yang ditujukan untuk
mengubah relatif faktor, agar dapat mengurangi/menghilangkan distorsi harga
faktor yang merugikan kelompok miskin.
b)
Memperbaiki
distribusi pendapatan melalui pemerataan kepemilikan asset secara progresif,
antara lain dilakukan melalui Land Reform, dan pemberian kredit lunak
kepada usaha usha kecil.
c)
Mengurangi
pembagian pendapatan masyarakat golongan atas (kaya) melalui pajak pendapatan
dan pajak kekayaan yang progresif, dimana hasil pajak tersebut dapat ditujukan
untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat golongan miskin.
d)
Meningkatkan
bagian pendapatan masyarakat golonga bawah (miskin) melalui
pembebasan/keringanan pajak, tunjangan atau subsidi pangan, pelayanan kesehatan
digratiskan, dan bantuan layanan umum lainnya.
No comments:
Post a Comment