Sunday, November 27, 2011

Tugas3 Ekonomi Pembangunan I


1.      Apa sajakah yang menjadi indicator pembangunan manusia (HDI)?
a)      Hitung indeks panjang usia: Indeks ini mengukur prestasi relatif suatu negara dalam hal harapan hidup saat lahir.
b)      Hitung indeks pendidikan: Indeks ini mengukur prestasi relatif suatu negara baik dalam hal melek huruf orang dewasa maupun gabungan angka partisipasi sekolah di tingkat dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Pertama, hitung indeks melek huruf orang dewasa, kemudian indeks gabungan partisipasi sekolah. Indeks pendidikan merupakan rerata berbobot (weighted average) indeks melek huruf orang dewasa dan partisipasi kasar sekolah: dua pertiga bobot diberikan kepada melek huruf orang dewasa, satu pertiga bobot diberikan kepada partisipasi kasar gabungan.
Catatan :
Indeks pendidikan = 2/3 (indeks melek huruf orang dewasa) + 1/3 (indeks partisipasi kasar).
c)      Hitung indeks PDB: Indeks PDB dihitung sebagai logaritma per kapita PDB (PPP US$) yang disesuaikan. Penyesuaian dilakukan dengan pertimbangan bahwa untuk mencapai tingkat pembangunan manusia yang layak tidak dibutuhkan pendapatan yang tidak terbatas.
HDI = 1/3 (indeks harapan hidup) + 1/3 (indeks pendidikan) + 1/3 (indeks PDB)
2.    Apakah yang dimaksud pernyataan bahwa banyak negara berkembang yang 'rapuh' dan didominasi oleh ketergantungan dalam hubungannya dengan negara kaya. berikan beberapa contohnya!
Banyak negara yang sedang berkembang dinyatakan rapuh karena dalam negara itu sendiri selalu diwarnai dengan ketidakstabilan politik, keterbelakangan ekonomi, sumber daya manusia yang rendah dan ketidakcukupan modal untuk membangun perekonomiannya. Hal inilah yang menyebabkan ketergantungan pada negara negara maju (negara kaya) dengan harapan bantuan berupa modal serta teknologi yang modern untuk menunjang pembangunan ekonomi di negara sedang berkembang.
Jadi NSB tidak mungkin dapat berkembang tanpa didominasi oleh ketergantungannya terhapadap negara negara kaya dalam hubungan peminjaman modal dan harapan masuknya teknologi terkini.
Contohnya :
·         Indonesia yang hingga kini masih tergantung pada IMF dalam bidang keuangan negara.
·         Pertambangan pertambangan di Indonesia seperti FMI (Freeport), Newmont, Exxon dan masih banyak lagi yang lain, dimana sangat membutuhkan teknologi yang mumpuni dari negara negara maju agar dapat mengolah SDA menjadi output yang lebih bernilai tinggi.
·         NSB identik dengan selalu mengekspor kenegara maju berupa bahan mentah dan sebaliknya negara maju selalu mengimpor barang jadi ke NSB dengan harga yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan barang ekspor NSB tersebut.
3.      Apakah yang menjadi tantangan utama iklim investasi di Indonesia?
a)      Kondisi alam
b)      Stabilitas Keamanan
c)      Stabilitas politik dan sosial
d)     Stabilitas ekonomi
e)      Kondisi infrastruktur dasar (listrik, telekomunikasi, prasarana jalan serta pelabuhan)
f)       Berfungsinya sektor pembiayaan dan tenaga kerja (SDM)
g)      Regulasi dan perpajakan
h)      Birokrasi yang tidak berbelit belit
i)        Korupsi

4.      Mengapa tingkat ketimpangan yang tinggi dapat menyebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi? Dan mengapa sangat sulit untuk keluar dari jebakaban semacam ini?
Syarat untuk menyatakan tingkat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tidak diukur dengan tingginya tingkat GNP secara keseluruhan atau tingkat pendapatan perkapita semata, melainkan pendapatan tersebut harus dapat menyebar atau dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik lapisan masyarakat golongan kaya dan masyarakat golongan miskin.
Jadi, bila ketimpangan ini terus terjadi dalam waktu yang panjang maka terjadilah jebakan kemiskinan yang mana semakin lama ketimpangan tersebut berlaku dalam kehidupan masyarakat semakin sulit pula untuk keluar dari jebakan kemiskinan tersebut.
Jalan satu satunya adalah beberapa kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah agar dapta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan, yaitu :
a)      Mengubah distribusi pendapatan fungsional melalui kebijakan yang ditujukan untuk mengubah relatif faktor, agar dapat mengurangi/menghilangkan distorsi harga faktor yang merugikan kelompok miskin.
b)      Memperbaiki distribusi pendapatan melalui pemerataan kepemilikan asset secara progresif, antara lain dilakukan  melalui Land Reform, dan pemberian kredit lunak kepada usaha usha kecil.
c)      Mengurangi pembagian pendapatan masyarakat golongan atas (kaya) melalui pajak pendapatan dan pajak kekayaan yang progresif, dimana hasil pajak tersebut dapat ditujukan untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat golongan miskin.
d)     Meningkatkan bagian pendapatan masyarakat golonga bawah (miskin) melalui pembebasan/keringanan pajak, tunjangan atau subsidi pangan, pelayanan kesehatan digratiskan, dan bantuan layanan umum lainnya.

No comments:

Post a Comment