Sunday, November 27, 2011

Tugas3 Teori Ekonomi Mikro I


1.      Dalam monopoli alamiah (natural monopoly), menciptakan hambatan untuk memasuki pasar :
Hal ini disebut dengan istilah Barriers to Entry yang menjelaskan tentang sulitnya produsen lain untuk masuk kedalam golongan pasar ini, dikarenakan berbagai hal yang di kendalikan atau diciptakan oleh perusahaan yang telah ada didalam pasar monopoli tersebut.
Yaitu :
·         Membutuhkan modal yang sangat besar.
·         Menggunakan tekologi yang sangat canggih yang tidak mudah dicontoh.
·         Outputnya memilki ciri kas dan kualitas yang juga tidak mudah dicontoh.
·         Memiliki bahan mentah yang strategis.
·         Memiliki pengetahuan teknis produksi yang spesifik.

2.      Dalam pasar monopolis selalu mendapatkan keuntungan karena dapat menetapkan harga yang sesuai untuk produknya
Perusahaan yang bergerak dalam pasar monopoli ini tentu akan selalu mendapatkan keuntungan pada harga yang sesuai dengan produknya, karena output yang dihasilkan perusahaan adalah tunggal dan menjadi kebutuhan konsumsi sehari hari bagi konsumen, tidak memiliki substitusi produk yang mirip dipasaran, bahkan harga yang di monopolis sekalipun, output tetap akan terjualkan. Pertimbangan lain adalah perusahaan ini mendapatkan hak monopoli dari Pemerintah.
Contoh : Perusahaan PLN, PDAM, dan TELKOM.
           
3.      Perbedaan antara pasar Oligopoli dan Monopoli :
Oligopoli adalah suatu keadaan dimana didalam pasar tersebut hanya ada beberapa atau sejumlah kecil produsen saja, tapi terdapat banyak konsumen didalam pasar ini. Dalam menentukan jumlah dan harga output bagi industri di pasar oligopoli ini tidak dapat menentukan sendiri dari pihak produsen karena sangat berpengaruh pada produsen yang lain, yang disebut dengan Interpedence (saling ketergantungan). Hal inilah yang menyebabkan sedikit sekali perusahaan yang masuk ke dalam keadaan pasar ini.
Contoh : industri baja atau industri pupuk dan lainnya.
                                                               Sedangkan
Monopoli adalah suatu keadaan dimana didalam pasar hanya ada satu produsen saja, dimana hasil outputnya bagi konsumen tidak ada output pilihan lain (perusahaan lain) untuk menjadi alternatif bagi konsumen dalam mengkonsumsi output tersebut. Perusahaan monopolis dapat melakukan diskriminasi harga untuk mencapai keuntungan maksimal.
Contoh : PLN memproduksikan listrik, PDAM memproduksi air.

4.      Ciri tunggal terpenting dalam pasar Oligopoli dan implikasinya :
Perusahaan dalam pasar oligopoli mempunyai keputusan yang saling mempengaruhi atau saling ketergantungan satu sama lainnya, baik dari segi jumlah output yang akan diproduksi maupun tingkat harga yang akan dipasarkan.
Implikasinya adalah :
·         Jumlah perusahaan beberapa atau sangat sedikit (4 atau 8 besar perusahaan raksasa menguasai 70%-80% nilai seluruh produksi atau penjualan produknya
·         Jenis barangnya bisa homogenous atau diferensiasi
·         Kekuasaan menentukan harga, terkadang kuat (tangguh) dan ada kalanya sangat lemah
·         Hambatan masuk cukup kuat, karena hak paten dan modal yang diperlukan sangat besar.
·         Promosi relatif diperlukan,
5.      Perbedaan antara model Edgeworth dan model Chamberlain :
Model Edgerworth adalah model yang menjelaskan persaingan dua perusahaan yang memproduksi output sama dari sisi harga. Dua perusahaan dalam model ini akan melakukan persaingan bukan dari output melainkan harga yang monopoli oleh masing masing perusahaan.
Contoh :
Perusahaan A dan B memproduksi output pada Q1 menjual dengan harga P1, terjadi persaingannya adalah bila salah satu perusahaan (A) memiliki keinginan untuk memaksimumkan keuntungan dengan cara menurunkan harga menjadi P2 dan akan memproduksi output pada Q2, yang beranggapan perusahaan lainnya (B) tidak bereaksi, melihat kondisi ini perusahaan B melakukan persaingan harga dengan cara menurunkan juga outputnya pada level P2 dan output Q2 pula, melihat situasi ini perusahaan A tidak mungkin menurunkan harga lagi melainkan kembali menjual outputnya pada P1 dengan Q1 dan diikuti juga oleh pesaingnya yaitu perusahaan B, dan begitu seterusnya.
Sedangkan
Model Chamberlain adalah model yang menjelaskan persaingan dua perusahaan yang saling ketergantungan. Pada model ini menjelaskan tidak ada slah satu perusahaan beranggapan bahwa perusahaan yang lain tidak akan bereaksi baik dari segi harga ataupun jumlah outputnya. Dua perusahaan tanpa ada kerjasama dan kesepakatan, mereka berlaku adil dalam menjalakan usahanya.
Contoh :
Permintaan pasar adalah ½ Q0 maka masing masing perushaan tersebut akan memproduksi 50:50 yaitu ¼ Q0. Pada situasi ini dua perusahaan akan menjual Q pada harga P yang sama pula, sehingga menghasilkan keuntungan yang sama pula.
Kenyataan pada situasi pasar saat ini, model Chamberlain adalah salah satu yang realitis, karena  pada pasar oligopoly harga tetap stabil.

No comments:

Post a Comment