Pendapat saya mengenai teroris dan kejadian kejadian
pengeboman di wilayah NKRI.
Didalam
agama Islam tidak ada diajarkan kekerasan didalam menjalani kehidupan apapun
alasannya, Rasullah SAW saja pada saat berperang membela Islam sempat
mengeluarkan perintah jangan bunuh anak anak, para wanita dan orang lanjut
usia. Maka dari itu Teroris yang tugasnya main bom dan bom tanpa diketahui
siapa musuhnya dan apa motifnya, siapa yang terbunuh baik wanita, lansia, anak
anak, yang bertamengkan Islam bukanlah umat Islam melainkan manusia yang telah
dicuci otaknya untuk keuntungan segelintir kelompok saja.
Bom
yang terjadi di Solo dan di Cirebon bukan sekedar bertujuan untuk memecah belah
toleransi umat beragama di Indonesia dari pelakunya, dan atau bertujuan untuk
pengalihan isu yang di aktori oleh partai penguasa semata. Beberapa sumber saya
sempat saya membaca baik Kompas dan Detik.com saya mengambil suatu perkiraan
tentang “RUU Intelijen” dimana pihak Istana (pemerintah) mengeluhkan lemahnya
Intelijen yang tidak diberi kewenangan untuk penangkapan langsung. Di pihak DPR
tetap memutuskan bahwa Intelijen tidak diberi kewenangan untuk itu, jadi kalau
RUU Intelijen diberi kewenangan untuk menangkap maka bangsa ini kembali pada
zaman orde baru, bisa lebih berbahaya, bakal ada lagi penculikan dari pihak
intelijen, terjadi salah tangkap yang tersengaja, bahkan salah tembak yang
tersengaja pula, dengan dalih sikorban dituduh penjahat, seperti zaman orde baru.
Mungkin inilah salah satu tujuan bagi pihak penguasa pemerintah saat ini,
supaya kalau ada yang mengusik mereka langsung sikat ditempat. Jadi tidak ada
masalah dengan Ketahanan Nasional Negara kita ini, menurut saya.
No comments:
Post a Comment