Sunday, November 27, 2011

Tugas1 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendapat saya mengenai teroris dan kejadian kejadian pengeboman di wilayah NKRI.
Didalam agama Islam tidak ada diajarkan kekerasan didalam menjalani kehidupan apapun alasannya, Rasullah SAW saja pada saat berperang membela Islam sempat mengeluarkan perintah jangan bunuh anak anak, para wanita dan orang lanjut usia. Maka dari itu Teroris yang tugasnya main bom dan bom tanpa diketahui siapa musuhnya dan apa motifnya, siapa yang terbunuh baik wanita, lansia, anak anak, yang bertamengkan Islam bukanlah umat Islam melainkan manusia yang telah dicuci otaknya untuk keuntungan segelintir kelompok saja.
Bom yang terjadi di Solo dan di Cirebon bukan sekedar bertujuan untuk memecah belah toleransi umat beragama di Indonesia dari pelakunya, dan atau bertujuan untuk pengalihan isu yang di aktori oleh partai penguasa semata. Beberapa sumber saya sempat saya membaca baik Kompas dan Detik.com saya mengambil suatu perkiraan tentang “RUU Intelijen” dimana pihak Istana (pemerintah) mengeluhkan lemahnya Intelijen yang tidak diberi kewenangan untuk penangkapan langsung. Di pihak DPR tetap memutuskan bahwa Intelijen tidak diberi kewenangan untuk itu, jadi kalau RUU Intelijen diberi kewenangan untuk menangkap maka bangsa ini kembali pada zaman orde baru, bisa lebih berbahaya, bakal ada lagi penculikan dari pihak intelijen, terjadi salah tangkap yang tersengaja, bahkan salah tembak yang tersengaja pula, dengan dalih sikorban dituduh penjahat, seperti zaman orde baru. Mungkin inilah salah satu tujuan bagi pihak penguasa pemerintah saat ini, supaya kalau ada yang mengusik mereka langsung sikat ditempat. Jadi tidak ada masalah dengan Ketahanan Nasional Negara kita ini, menurut saya.

No comments:

Post a Comment