Sunday, November 27, 2011

Tugas3 Ekonomi Perencanaan



1.      Mazhab Klasik : Pemikiran kaum klasik telah mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam pemikiran kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Peran pemerintah terbatas kepada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur.
Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik, dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium).
Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah, pemikiran pesimistik dan individu serta negara. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah, mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya, dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa.
Sedangkan
Mazhab Neo Klasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. Prinsip kunci pandangan neo klasik tentang pembangunan adalah, memaksimalkan keuntungan bagi konsumen dan produsen secara individual, keuntungan bersama yang bisa diperoleh dari perdaganngan internasional.
Aliran Neo Klasik mempelajari tingkat bunga, yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang. Menurut Neo Klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan, tingkat bunga juga menentukan tingginya tingkat investasi, jika tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan sebaliknya. Selain itu, kaum Neo Klasik optimis bahwa manusia mampu untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi juga memerlukan aspek internasional.

2.      Bila NPV lebih kecil dari nol, maka proyek tersebut dianggap tidak menguntungkan, akan mengeluarkan biaya jauh lebih besar dibandingkan manfaat sosialnya terhadap masyarakat. Untuk pengusaha swasta bila NPV lebih kecil dari nol maka proyek tidak akan dilaksanakan karena investasi yang diharapkan dapat meningkatkan kekayaan pemodal tidak akan terwujud dan bahkan akan membutuhkan biaya lain diluar anggaran investasi yang direncanakan. Maka sebaiknya modal yang ada tidak dialokasikan untuk proyek dengan nilai NPV yang negatif, mengingat masyarakat justru akan dibebani biaya sosial dengan adanya proyek tersebut.

3.      Jika tingkat diskonto proyek tersebut lebih kecil dari 8 persen dari IRR maka proyek akan diterima, dan sebaliknya proyek akan ditolak jika tingkat diskontonya lebih besar dari 8 persen.

No comments:

Post a Comment